Wattpad

Sunday, December 6, 2015

PSIKO (Cerita Pendek)


Karakter yang akan saya buat adalah karakter Psikopat, yang dimana Psikopat sendiri adalah karakter yang mempunyai penyakit jiwa, tetapi sangat beda dengan istilah Gila, karena dia melakukannya masih dalam keadaan sadar.

Dia sangat suka dengan lagu lagu classic. Karakter yang saya ciptakan juga masih sekitar umur 20 – 22 tahun. Dia juga masih berkuliah. Dia mempunyai masalah dengan orang-orang yang menunjukan rasa kemesraan yang berlebihan dihadapannya. Karena dulu dia pernah mempunyai pengalaman yang buruk dalam cerita cintanya. Setiap ada orang yang bermesraan, selalu saja dia bantai, tentunya dengan rencana yang sangat panjang. Dan ketika sudah saatnya membunuh, dia paling suka ketika korbannya diikat dan disiksa, lalu dikuliti secara perlahan. Tetapi korbannya masih dalam keadaan hidup, dan tentunya dengan mendengarkan lagu lagu klasik era 90-an. Dan setelah korbannya dikuliti, dia memulai dengan memotong bagian tubuhnya satu persatu didepan pasangannya, itulah yang menurut dia hal yang paling romantic yang dia paling suka. Sampai pada akhirnya dia sudah tidak membunuh pasangan lagi ketika dia sudah mulai merasakan jatuh cinta pada seorang gadis. Dia pun menyesal karena menurut dia orang-orang yang sudah dibunuh itu adalah orang-orang yang sedang merasakan nikmat dari tuhan, tentu saja karena dia baru merasakan jatuh cinta kembali. Tetapi pada suatu hari dia melihat gadis yang dicintainya itu sedang bermesraan dengan pria lain, yang ternyata mereka adalah sepasang kekasih yang sudah menjalin cinta sudah lama dan takut dibunuh si Psikopat, maka dari itu salah satu diantara mereka ada yang mendekati si Psikopat untuk menghilangkan pembunuhan bagi pasangan-pasangan yang ada disana pada saat itu. Sejak saat itu pula sifatnya yang selama ini dia pendam sebagai Psikopat pun keluar lagi, bahkan sekarang lebih parah, karena dia lebih sakit hati lagi. Dan sampai suatu saat si Psikopat tidak pernah terlihat lagi, bersamaan dengan pasangan-pasangan yang ada pada saat itu.

No comments:

Post a Comment