Pada
kali ini saya akan mengeksplorasi sebuah tempat, yang saya pilih bukan sebuah
daerah besar diluar Jakarta. Bukan sebuah tempat juga yang dikelilingi
perbukitan dan hutan lebat. Tempat yang akan saya ingin ceritakan adalah Taman
Ismail Marzuki.
Saya
tertarik pada tempat ini karena menurut saya tempat ini beda dari pada yang
lain. Tempat yang asik buat ngobrol, buat sekedar bersantai, karena banyak
sekali spot di Taman ismail Marzuki ini yang sangatlah cocok untuk dikunjungi. Mulai
dari yang suka kuliner mungkin didepan dari Taman ismail Marzuki sendiri
didaerah cikini terdapat banyak tempat makan ketika malam hari tiba. Lalu mungkin
ada yang suka dengan film, didalam TIM sudah ada XXI. Atau untuk yang suka duduk
sambil ngobrol atau mencari inspirasi, didepan gedung teater besar terdapat
sebuah halaman yang lumayan luas, dan nyaman untuk dijadikan tempat ngobrol. ada juga tempat untuk yang suka dengan dunia Astronomi, tempat khusus yang djadikan tempat wisata itu dibagian depan TIM yaitu bernama Planetarium. Dan
juga terdapat sebuah institute yang ingin mendalami dalam hal segi seni apapun,
yaitu Institut Kesenian Jakarta. TIM juga memiliki
enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop.
Acara-acara seni dan budaya dipertunjukkan secara rutin di pusat kesenian ini,
termasuk pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran
lukisan dan pertunjukan film. Berbagai jenis kesenian tradisional dan
kontemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri
juga dapat ditemukan di tempat ini.
Sedikit
sejarah saja, Taman ismail Marzuki diresmikan pembukaannya oleh Gubernur
Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta Jenderal Marinir Ali Sadikin, tanggal 10
November 1968. TIM dibangun di atas areal tanah seluas sembilan hektare. Dulu
tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ (TRS) yang
merupakan Kebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan ke Ragunan. Pengunjung
‘TRS’ selain dapat menikmati kesejukan paru-paru kota dan melihat sejumlah
hewan, juga bisa nonton balap anjing di lintasan ‘Balap Anjing’ yang kini
berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa fakultas perfilman dan
televisi IKJ. Ada juga lapangan bermain sepatu roda berlantai semen. Fasilitas
lainnya ialah dua gedung bioskop, Garden Hall dan Podium melengkapi suasana
hiburan malam bagi warga yang suka nonton film. Tetapi sejak 37 tahun lalu
suasana seperti itu tidak lagi dapat ditemukan. Khususnya setelah pak Ali
menyulap tempat ini menjadi Pusat Kesenian Jakarta TIM.
Tampak Samping
Tampak Samping
Tampak Depan
Tampak depan
Tampak Depan
Teater Kecil
Teater Kecil
Mungkin ini saja yang bisa saja bagikan di blog ini, Terima Kasih.







No comments:
Post a Comment